Minggu, 10 Februari 2013

How to be the eldest child

Mungkin dulu gw (atau beberapa orang) berpikir kalau jadi anak paling gede itu enak. Selalu dapet perhatian lebih dulu, selalu dapet barang-barang yang baru, segala sesuatu nya di dahulukan. Ya, mungkin hampir sebagian orang berpikir kayak gini. Tapi kalau kalian tau rasanya jadi anak paling besar, gw yakin rasa nggak enak itu perbandingan nya lebih banyak.

Iya sih, emang ga salah, kalau dibilang kita dapet barang-barang yang baru. Gimana nggak, yang duluan lahir kan kita, yang duluan masuk sekolah kan kita, yang duluan jadi anak remaja dan ngerti ini itu kan kita. Secara kita dikasih kesempatan lahir duluan.

Tapi kalian ga tau, beban yang dirasakan anak paling besar. Seberapa berat tanggung jawab yang dipikul. Apalagi ketika waktu terus berputar, apa yang kita nikmatin selalu ada, dan ketika dengan rencana Tuhan yang berbeda, semua nya berubah. Ketika tanggung jawab semua nya dilimpahkan ke anak yang paling besar. Ketika tidak ada lagi yang lain yang bisa di harapkan.

Itulah yang gw rasakan. Ketika bokap harus pergi ke kehidupan lain yang lebih abadi, yang lebih bahagia pastinya. Dan kini, semua nya harus gw atur sendiri. Terutama unuk hal-hal yang belum pernah gw sentuh sebelumnya.

Gw terbiasa mengandalkan orang lain dalam banyak hal. Jadi ketika gw bingung menghadapi sesuatu hal, gw hanya mengeluh, dan akhirnya ada yang menyelesaikan nya. Dalam hal ini, bokap lah yang berperan amat penting dalam hidup gw. Misalnya, ketika motor gw dirasakan mulai ga enak, gw cuma ngadu ke bokap, dan bokap gw mulai ngutak-utik itu mesin. Dan, taraaa... Gw sudah terima beres. Atau ketika lampu kamar mati, gw cuma terak manggil bokap gw. Dan berapa menit kemudian, lampu kamar gw sudah terang kembali. Begitu juga ketika gw melihat ada cacing di kamar mandi, dan ga amat sangat geli melihat hewan melata. Lagi-lagi gw cuma bisa tereak manggil bokap gw, dan bokap gw akan mengambil cacing itu dan gw bisa mandi dengan tenang. Gw merasa dulu dunia gw terlihat gampang, selagi ada bokap. Mau berangkat kerja di anterin, pulang kerja juga di jemput.

Tapi sekarang? Gw harus ganti lampu sendiri, bayar listrik, belanja keperluan bulanan di rumah, beresin tanaman, ambil rapot adek gw, nganter nyokap belanja, nganter nyokap berobat, ngurusin kolam ikan, ke bengkel, ngecat tembok dan masih ada banyak hal lain yang sudah gw lakukan untuk ngegantiin bokap. Bahkan ga jarang, uang gaji gw sedikit terpakai untuk keperluan rumah tangga. Disini, gw ga ada maksud untuk mengeluh karena lelah menjalani rutinitas baru ini. Gak sama sekali, gw hanya mau sharing kepada kalian, gimana kehidupan gw saat ini. Gimana cerita dari seorang anak yang paling besar. Gimana berat nya tanggung jawab seorang anak tertua.

Kalau melihat dari cerita gw diatas, mungkin kalian mengira hubungan gw dengan bokap amat sangat erat ya? Hihii, padahal ga sama sekali. Dulu gw sempat membenci bokap gw. Bukan tanpa alasan, gw membenci dia. Bokap gw orang yang amat sangat keras. Teguh dan berprinsip kuat. Keras watak dan keras perilaku menjadi bawaan terdalam dari bokap. Gw sejak kecil sudah terbiasa di pukulin dan di gebukin pake gantungan baju. Nakalkah gw? Entah lah, yang gw tau, dari kecil gw ga pernah keluar rumah. Bahkan sampe segede ini, gw ga punya temen main di rumah. Gw juga terkadang dikunciin di luar rumah, kalau gw ngejawab pas bokap lagi marah. Gw pernah di getok pake sendok, karena selalu bodoh kalau di tanya ga ngerti soal pelajaran. Nah, bokap gw adalah orang yang pintar. Mantan co-pilot pesawat merpati, dan lulusan dari ipa. Pandangan bokap gw anak IPA adalah anak yang pintar, makanya ketika gw memilih jalur ips, dia datar aja terhadap gw. Makanya kalau gw ga ngerti pelajaran, gw tanya beliau. Tapi ketika gw ga ngerti-ngerti, bokap pun naik darah. Yang ada gw di pukulin, dan hal inilah yang bikin gw semakin bodoh. Karena gw sudah tidak mengerti, dan takut untuk bertanya.

Mungkin kalian juga pikir, kenapa aib bokap gw justru gw share disini? Gak ada niat buruk kok. Gw hanya ingin kalian tahu, kelak kalau kalian punya anak, jadikan mereka sahabat kalian. Sehingga nantinya mereka akan tumbuh berkembang dengan penuh rasa percaya diri. Karena hingga sebesar ini, gw masih mengalami krisis kepercayaan diri. Gw masih suka takut ketika harus berhadapan dengan orang banyak. Gw juga menjadi lebih tertutup, karena sejak kecil gw tidak terbiasa berbagi perasaan. Gw juga menjadi lebih tegar, jarang menangis, karena sejak kecil, semua rasa sakit fisik dan rasa sakit hati gw nikmati sendiri. Karena semakin gw menangis, semakin banyak bokap gw mukulin. Itulah kenapa gw lebih bisa menutupi perasaan diri gw sendiri. Karena sejak kecil gw sudah terbiasa melakukan hal ini.

That's why ketika bokap meninggal gw ga menangis. Bukan karena ga sedih, gw merasa terpukul, justru mungkin gw yang paling merasakan kesedihan paling mendalam. Banyak hal yang belum sempet gw kembalikan untuk bokap, belum sempet gw bahagiain beliau. Tapi, gw tau bagaimana cara nya mengatur perasaan gw. Bagaimana caranya menangis di dalam diam, menangis tanpa airmata. Dan, bagaimana caranya menikmati kehilangan itu sendiri. Bokap telah ngajarin gw jauh lebih tegar daripada nyokap atau adik-adik gw yang lain.

Ada banyak cerita di balik sikap seseorang, dan itu bukan tanpa alasan. Jangan kalian men-judge seseorang kalau kalian tidak mengetahui bagaimana kisah mereka. :) Dan sepertinya dengan cerita saya ini, kalian tahu bagaimana rasanya menjadi anak paling besar kan?

Senin, 04 Februari 2013

i ♥ my kids..

Sejak terjun di dunia anak-anak lima tahun yang lalu, gw ga menyangka sejauh ini gw sudah melangkah. Dari yang tadinya cuma ga sengaja ikut-ikutan temen buat ngajar, karena kurang orang. Hingga akhirnya gw mulai merasa mencintai dunia anak-anak.

Entah kenapa, setiap harinya pasti ada aja cerita seru tentang mereka. Kadang mereka nangis, terus muntah di depan kita, dan dengan hidung penuh ingus mereka minta di gendong. So, uda pasti itu ingus nempel di baju kita, belum lagi klo yang ileran. Wuaa, gw ga tau berapa banyak kuman yang berkembang biak di baju seragam gw setiap harinya. Atau ketika mereka ngompol di kelas, dan ketika -dalam masa toilet training- mereka mau pup. Atau bahkan justru mereka sudah pup di celana, karena mereka keasikan main sehingga lupa ngerasain hasrat mau ngeden kali ya. Entahlah. Cuma satu yang gw tau, raut muka mereka semua nya datar dan polos. Gw jadi ga tau harus marah atau bersyukur karena gw sempet latihan nyebokin anak lebih duluan, sebelum gw punya anak beneran. :p

Tapi percaya deh, tumbuh bersama anak-anak itu mengajarkan kita banyak hal. Menjadi jauh lebih sabar, ketika si anak ga mau dengerin apa yang kita omongin. Harus lebih sabar lagi ketika si anak malah lari-lari keliling kelas. Bukannya duduk diem dengerin. Menjadi lebih hati-hati dalam bertindak dan bertutur kata. Karena sekecil apapun tingkah kita, kalau si anak melihat apa yang kita lakukan sudah pasti mereka akan meniru. Atau, apapun yang kita ucapkan dalam pelafalan orang dewasa, mereka pasti ngikutin. Kayak contoh nya, pernah temen gw kelepasan ngomong "Capek deh", eh beneran, murid gw langsung ngikutin. Sejak dia denger itu, dan setiap dia merasa lelah pasti dia akan ngomong itu.

Tapi ada saatnya kita akan merasa haru, terutama ketika kita melihat mereka berada di atas panggung kelulusan. Melihat mereka pake baju toga, campur aduk rasa nya. :)

Namun, bersama anak-anak, juga mengantar gw untuk berhadapan dengan suatu keputusan. Ketika saat diadakan observasi dari pihak kantor pusat, dan gw di tanya oleh mereka, apakah gw masih ingin stay bersama anak-anak di kelas atau justru menjadi staf yang lebih mengurus masalah eksternal sekolah. Bertanggung jawab juga terhadap urusan internal sekolah secara keseluruhan. Dan akhirnya gw memilih yang kedua. Mengurus sekolah secara keseluruhan, yang juga membutuhkan perhatian dan waktu lebih banyak ternyata.

So far, gw masih menikmati pekerjaan ini, walau kuping lelah menerima komplain dari banyak orangtua. Mereka yang kurang puas dengan penyajian di sekolah, padahal seharusnya mereka tahu. Kalau kita sama-sama manusia. Yang pasti ada kekurangan juga. Walau bibir lelah selalu berusaha tersenyum ketika orangtua itu tingkahnya nyebelin setengah mati. Walau begini, walau begitu..

Thanks God, karena anak-anak itu pula saya mendapat kepercayaan sejauh ini. Bisa menikmati tanggung jawab yang saya miliki.. :'))

Love you all, My kids..

Minggu, 20 Januari 2013

Make a Better Place for You and for Me

Heal the world
Make it a better place
For you and for me and the entire human race
There are people dying
If you care enough for the living
Make a better place for You and for me.

Lirik lagu "Heal the World" milik Michael Jackson ini membuat saya tergugah untuk menulis beberapa baris sesuai dengan kejadian yang baru saja kita alami bersama.

Seperti yang kita semua tahu, di awal tahun 2013 ini Indonesia disambut oleh musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Dan, ibu kota kita, Jakarta, di sapa oleh bencana banjir yang mungkin (ternyata) menjadi jadwal banjir 5 tahunan. Intensitas hujan yang cukup deras selama berhari-hari ternyata membuat banyak tanggul di Ibukota tidak cukup menampung debit air yang semakin banyak. Akibatnya, banjir menggenang di jantung ibukota. Melihat kejadian ini, hati saya tergelitik untuk menulis beberapa baris, supaya bisa di baca oleh teman-teman.

Banyak korban yang menderita karena banjir kali ini. Puluhan kecamatan di Jakarta tergenang air yang cukup dalam. Bahkan tingginya pun bisa mencapai atap rumah. Penduduk yang mengungsi pun semakin bertambah jumlahnya. Bukan tak mungkin,kehidupan di pengungsian itu menjanjikan. Dalam artian, banyak sekali orang disana, dan untuk berharap ada kenyamanan dan ketenangan saja mungkin agak susah. Sebab, bisa tidur dengan nyenyak dan makan kenyang itu mungkin sudah amat cukup untuk korban pengungsian.

Bahkan kita juga tahu, ada korban yang meninggal karena bencana banjir ini. Mereka yang hanyut karena terseret arus banjir yang cukup deras, hingga di temukan mayat mengambbang di kali ciliwung. Juga dengan beberapa korban yang terkurung di basement Plaza UOB, yang tidak mengetahui kalau ternyata air banjir ini mengalir cukup cepat ke dalam basement. Atau dengan mereka yang meninggal karena kesetrum listrik saat mencabut beberapa kabel barang elektronik saat banjir.

Sangat memilukan!

Dan, bencana banjir yang terjadi ini, bukan menjadi kesalahan pemerintah semata. Kita tetap mempunyai andil besar dalam masalah ini. Melalui bencana banjir ini, saya ingin mengetuk hati teman-teman untuk lebih bisa memperhatikan lingkungan kehidupan kita. Sedikit saja peran serta dari diri kita, saya yakin itu akan membawa perubahan besar untuk kehidupan kota kita.

Sampah. Ya sampah juga menjadi masalah besar dalam bencana ini. Sampah yang ada di kota Jakarta ini, mencapai puluhan ton setip minggunya. Bayangkan, jika sebulan dan bagaimana jika setahun. Sudah berapa ratus ton sampah yang ada. Dari sinilah, mari kita sedikit lebih pintar untuk mengelola pembuangan sampah. Kalau kalian pernah sekolah, teman-teman pasti tahu kita sejak dulu selalu di ajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun, kini pada kenyataan nya banyak sekali orang yang dengan mudah nya buang sampah dimanapun mereka mau. Ayolah teman-teman, buanglah sampah pada tempatnya. Bukan hal yang susah kok. Kalau teman-teman sedang berjalan mungkin akan di temui banyak sekali tempat sampah di sepanjang jalan. Tapiii, jika mungkin teman-teman tidak menemukan tempat sampah, sampah itu bisa sebentar saja disimpan di dalam tas atau di dalam saku. Kalau itu sampah kering, bukan hal yang susah bukan? atau jika itu sampah basah, mungkin ada baiknya teman-teman menyediakan plastik kecil di dalam tas. Jadi, jika nanti ada sampah dan belum menemukan tempat sampah, teman-teman bisa menyimpannya di dalam plastik kecil tersebut.

Teman-teman, aktivitas yang berat dan pekerjaan yang menumpuk membuat kita cepat haus. Saya juga seperti itu. Dan, saya selalu tidak pernah lupa untuk membawa tempat minum sendiri di dalam tas. Agak berat memang, tapi kenapa tidak jika itu membawa hal yang baik untuk ke depannya?

Dan, salah satu yang menjadi hal besar dalam bencana banjir kali ini adalah kurangnya daerah resapan atau saluran air yang cukup baik. Sudah terlalu banyak bangunan yang memakai semen sebagai alas dasarnya, sehingga air tidak bisa meresap secara sempurna ke dalam tanah. Memang ini bukan perkara mudah bagi kita, karena kita tidak mempunyai wewenang apapun untuk hal ini. Tapi teman-teman bisa membantu dengan tetap menjaga daerah resapan yang masih tersisa, dan bisa menanaminya dengan beberapa pohon, supaya bisa membantu menyerap air lebih cepat nantinya.

Hanya sedikit saran yang bisa saya sampaikan memalui tulisan ini, semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari kejadian alam yang terjadi. Alam tidak akan bisa kita lawan, tetapi kita bisa bersahabat dengan alam melalui cara mencegah akibat buruk yang akan terjadi. Semoga tidak akan ada banjir-banjir berikutnya di Jakarta.

Jakarta kota kita bersama, dan kita hidup di dalam kota ini. Ayo, kita bantu kota ini mencapai kehidupan yang jauh lebih indah nantinya. :) Juga tak ada lagi gambar-gambar seperti di bawah ini :

Think about the generations and to say we want to make it a better world for our children and our children's children. So that they know it's a better world for them; and think if they can make it a better place.
*Heal the World, Michael Jackson*

Senin, 07 Januari 2013

Senja di Seberang Toko Bunga

“kamu cantik, ta..” desahku dalam hati. Ketika aku berhenti sejenak di depan florist milikmu. Dan kulihat kau tersenyum tipis menyapa pengunjung yang datang hari ini. Senyum itu, senyum yang sempat hilang beberapa tahun lalu, senyum yang masih aku rindukan hingga detik ini.

Aku tau kau selalu mencintai bunga, sejak dulu. Sejak aku pertama kali mengagumi dirimu. Kau selalu menyelipkan bunga kering di semua buku-buku bacaanmu. Itu yang aku tahu lagi ketika aku meminjam beberapa bukumu, sebagai alasan agar aku selalu bisa berbicara dengan dirimu dulu. Ya, walau aku tahu, kau tak akan menjawab semua celotehku saat itu. Atau ketika hari valentine tiba, kau akan selalu tampak sibuk membawa beberapa kuntum bunga mawar ke kampus. Untuk jualan, begitu singkat jawabanmu ketika aku bertanya.

Dan siang ini aku kembali memarkir mobilku di pinggir jalan tepat di seberang toko bunga mu. “Forsetta Cheryl's Florist” ,dan aku yakin aku tau akan arti nama toko bunga mu ini. Nama ini adalah nama yang paling kau sukai. Karena selain kau menyukai bunga, kau pun menjadi salah satu penulis berbakat untuk majalah kampus kita. Dan aku tau Forsetta Cheryl adalah nama fiktif untuk semua karyamu.

Ta, kamu cantik sekali dengan rok putih itu, ah atau kau selalu cantik setiap ku lihat.. Dan dengan cekatan kau menyusun bunga-bunga itu, menjadi satu buket. Indah sekali. Dan hei lihatlah, pelangganmu tersenyum puas lalu berkali-kali dia mengangguk mengucapkan terimakasih. Ah, senangnya aku melihatnya. Kau pun merengkuh setumpuk mawar putih di hadapanmu, dan menghirup harumnya sejenak. Dengan mata terpejam, kau pun tersenyum. Aku tahu, kau begitu menyukai mawar putih. Cantik dan tulus, lagi-lagi jawabmu singkat ketika aku bertanya alasan mu menyukai mawar putih.

Kau begitu hebat, ta.. Kau begitu tegar menjalani hidup. Sejak ayahmu berpulang ke rumah Bapa, dan kau harus membiayai seluruh kebutuhan keluargamu. Terlebih ketika kau masih ingin melanjutkan kuliah, walau kau tau, penghasilanmu sebagai honorer tak seberapa saat itu. Tapi kau selalu tersenyum untuk mereka, untuk teman-temanmu. Bukan untuk aku, tentu.

Lagi-lagi siang ini aku menghabiskan waktu makan siang ku di dalam mobil untuk memperhatikanmu. Di seberang jalan, di bawah pohon mahoni besar ini. Tak peduli nanti aku harus melanjutkan pekerjaan dengan perut kosong. Aku hanya ingin satu, melihatmu lagi siang ini. Dan, kau cantik sekali dengan dress biru muda itu. Ah, sudahkah aku bilang kalau kau tampak begitu cantik setiap kali ku lihat?

Ah, ta.. Seandainya dulu aku tidak terlalu khilaf.. Seandainya dulu aku tidak terlalu egois.. Seandainya.. ah, banyak seandainya yang mungkin akan terucap.. Aku tau kau tak membenciku, kau pun telah memaafkanku. Aku tau kau tak pernah bisa menaruh dendam pada orang yang menyakitimu. Siapapun mereka. Tapi, mengembalikan hatimu menjadi seperti dulu lagi itu yang tidak mungkin bisa aku lakukan.

Mungkin salahku yang begitu menyakiti ketulusanmu dulu. Begitu cepat merelakan waktu yang tercipta antara kita. Tanpa peduli betapa terluka nya hatimu saat itu. Yang baru kusadari sejak pertemuan kita kembali di kampus sore itu. Bukan, bukan salahmu kalau kau tampak begitu terkejut melihatku saat itu. Aku pun sama, ketika melihatmu sore itu. Bukan salah keadaan juga, yang ternyata menyatukan kita kembali untuk berada dalam satu kampus. Salah waktu kah? Yang dulu sempat menyatukan kita? Entahlah..

Senja sudah turun merangkul langit sore. Tatiana Clarissa Jolie, nama yang begitu syahdu. Maaf untuk senyummu yang dulu sempat tergantikan tangis. Dan, kini aku hanya bisa menikmati senyummu dari dalam mobil di seberang jalan toko bungamu. Semoga kau menemukan lelaki yang jauh lebih bisa mempertahankan senyum itu di wajah cantikmu, segera. Aku harus kembali pulang, ada seseorang yang pasti sudah menungguku. Segera aku menyalakan mesin mobil dan melirik pada sebuket mawar putih di kursi sebelahku lalu pada cincin yang tersemat di jari manis tangan kananku..

[2013. dawn and twilight, cerita lebih lengkapnya ditunggu ya buku nya ;)]

Rabu, 02 Januari 2013

Welcome 2013



Gak kerasa sekarang udah boleh menikmati udara di tahun 2013. Walau sebelumnya sempat sedikit dilanda kegalauan, karena banyak banget rumor yang mengangkat tema tentang kiamat di akhir tahun 2012 kemarin. Namun ternyata, kita masih boleh menikmati sukacita menyambut tahun 2013 ini.
Praise a Lord !! :)
Tuhanlah yang punya kuasa, bukan manusia. Jadi, jangan pernah khawatir akan hari esok. Karena esok punya kesusahannya sendiri, so nikmatilah apa yang ada di hari ini. Namun, tetap harus bersyukur, sekecil apapun nikmat yang kita terima dan sebesar apapun penderitaan yang kita alami.
Memasuki awal tahun 2013 ini, gw kembali menengok ke belakang. Sepanjang 365 hari kemarin, yang sudah gw lewati dengan tawa dan airmata. Namun penuh dengan cerita kehidupan yang pastinya bermakna. Untuk mereka yang menyambutku dalam pelukan, juga untuk mereka yang menamparku dalam dendam. Thanks for it, without you all, maybe i can't grow up.
Tapii, ada satu hal yang menyentuh hati gw ketika kemarin memasuki penghujung tahun 2012. Ketika gw ingin mengikuti misa malam natal, sebelumnya gw melakukan pengakuan dosa. Dan, bad habbits gw adalah, gw selalu memilih pastur yang terhitung sudah 'tua' menurut ukuran mata gw. Bukan tanpa alasan, gw hanya ingin proses pengakuan dosa cepat selesai, tanpa mesti ditanya macem-macem di dalam ruangan itu. That's why, gw agak pemilih dalam hal yang satu ini. hehe :p
Namun diluar perkiraan gw, ternyata banyak nama pastur yang tidak gw kenal disana. Ah yah sudahlah, pikir gw saat itu. Gw belum pernah ketemu satupun pastur dari nama-nama yang ada. Dan pilihan gw jatuh kepada Rm. Alfons. Ah, mungkin sudah agak beruban, pikir gw lagi saat itu. Semoga dia gak inget dosa-dosa gw apa aja, ini doa yang juga gw ucapin di dalem hati. Jadi gw terus menunggu antrian, hingga saat nya gw masuk ke dalam ruang pengakuan. Dan ternyata..
Dia masih muda !! Sumpah demi apapun, saat itu gw langsung deg-degan. Gw rasa umur nya gak jauh dari gw. Tapi, mau apa lagi, udah terlanjur masuk ke dalam ruang pengakuan kan? Ya sudahlah, gw melanjutkan lagi pengakuan dosa nya. Ketika gw selesai mengakui dosa-dosa gw dan meminta penitensi, beliau bertanya sama gw, dari dosa-dosa yang sudah gw akui tadi, apa yang ingin gw perbaiki dalam setahun kedepan, gw pun menjawab, semua nya pastur akan saya perbaiki. Eh tau gak dia bilang apa, 'satu aja, gak mungkin semua nya langsung bisa berubah'. Oke, dan akhirnya gw menjawab, saya ingin bersikap baik pastur, sama orang-orang yang ada di sekitar saya, saya lelah selalu jutek dan kasar sama orang lain. Dan ya memang, ini salah satu dosa yang gw sebutkan. Gw selalu jutek dan bersikap kasar sama orang lain di sekitar gw..
And, you know what? Rm. Alfons, cuma bilang gini.. 'Pernah gak kamu merasakan hati kamu damai, karena dicintai dan dikasihi orang lain?' Deg. Kenapa dia nanya kayak gini sih, gw jadi pengen nangis beneran. Gw rasanya pengen jawab, 'mungkin dulu pernah, sebelum saya dikhianati sehingga saya terlalu susah percaya lagi' . Duh, cuma gw takut kesannya jadi curhat gitu, terus ntar dia nyaranin gw masuk jadi biarawati. Hahaha :D
Tapi, gw speechless sama pertanyaan nya dia itu. Gw cuma bisa diem, dan dia jawab lagi.. 'Kalau kamu sudah pernah merasakan apa yang saya bilang tadi, percaya deh hati kamu akan lebih tenang dan sikap kamu pasti akan berubah..' . Ah, ya.. Syahdu juga dengernya. Gw cuma bisa senyum aja. Dan gw hanya mengiyakan aja. Lalu setelah ngobrol beberapa hal lain lagi sama beliau, gw akhirnya meminta penitensi. Dan penitensi gw adalah, meminta doa untuk kedamaian hati gw sendiri. Hmm, :) a beautiful prayer!
Dan, gw yakin, Tuhan sudah mengatur kalau gw memang harus mengaku dosa sama Rm. Alfons. Untuk menerima berkat yang satu ini. Thanks God, terimakasih untuk sedikit sentuhan di hatiku.. :)







Senin, 31 Desember 2012

Good Bye 2012, Welcome 2013

Waktu cepat berlalu, dan tak terasa kini kita sudah memasuki penghujung tahun 2012.
Hmm, ada suka ada duka ketika kita kembali menengok tahun yang silam. Banyak yang telah terjadi, yang tentunya sudah mewarnai kehidupan kita.
Apapun yang telah berlalu, sudah seharusnya kita bersyukur kepada Tuhan. Baik atau buruk menurut kita, Percayalah, Tuhan telah menuliskan itu semua untuk jalan kehidupan kita.

Dan, melalui blog ini, saya pribadi mengucapkan banyak-banyak terimakasih untuk mereka yang telah menyentuh kehidupan saya selama setahun silam. Siapapun kalian, dimanapun kalian, saya percaya kalau Tuhan sudah mengatur agar ini semua terjadi di antara kita. Dengan satu alasan, pastinya. =)

Terimakasih untuk semua tawa, canda, bahagia, haru, tangis, kecewa, sakit hati, doa, pelukan, luka, yang mungkin terjadi diantara kita.
Maaf untuk semua hal yang telah terjadi, dan terimakasih untuk semua yang sudah terlewati. Semoga semua hal buruk yang sudah terjadi, tidak akan terulang di tahun-tahun mendatang. Dan untuk semua yang belum terwujud, dapat kita capai di tahun berikutnya.

Selamat menyambut tahun baru 2013 dengan hati yang penuh harapan dan kebahagiaan. Semoga hidup kita di tahun mendatang dilimpahi berkat, kebijakan, dan kedewasaan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. :') :')

Good Bye 2012, Welcome 2013 !!

With Love, Anastashia Tyas k.

Selasa, 18 Desember 2012

You Ask Why?

You ask why I follow this Jesus?
Why I love Him the way I do?
When the world's turned away from His teachings
And the people who serve Him are few.

It's not the rewards I'm after
Or gifts that I hope to receive
It's the Presence that calls for commitment
It's the Spirit I trust and believe.

The Lord doesn't shelter His faithful
Or spare them all suffering and pain,
Like everyone else I have burdens,
And walk through my share of rain.

Yet He gives me a plan and a purpose,
And that joy only Christians have known,
I never know what comes tomorrow,
But I do know I'm never alone.

It's the love always there when you need it;
It's the words that redeem and inspire,
It's the longing to ever be with Him
That burns in my heart like a fire.

So you ask why I love my Lord Jesus?
Well, friend, that's so easy to see,
But the one thing that fills me with wonder is
Why Jesus loves someone like me.

- Author Unknown